kritik untuk lagu karya terbesar

March 27th, 2008 by keke-vandragon

Pada tahu lagu ini….??

 

bla…blaaa…

Karya terbesar dalam hidupku,

PengorbananMu yang slamatkanku..

Engkaulah harta yang tak ternilai yang kumiliki dan ku
hargai,

Yesus, Engkau kukagumi….

KematianMu, menghidupkanku.. ohh…

Teguh pastikan pengorbananMu tak akan pernah sia-sia..

Lagu ini dinyanyikan oleh Sari Simorangkir, kedengarannya
merdu dan menggugah hati, tapi kalau boleh sedikit mengkritik kalimat "Karya terbesar dalam hidupku"
sepertinya kurang tepat dari segi bahasa.

Karena persepsinya bisa menjadi itu adalah karya kita (lha
yang berkarya

kan

Tuhan bukan
kita)—> klo kita yang berkarya: dalam proses penyaliban berarti kita dong
yang menjadi pelaku penyaliban, kita yang membunuh Tuhan sehingga Ia mati di
kayu salib. Jika disambung dengan kalimat berikutnya
"pengorbananMu…dst" tampak tidak singkron.

Mungking maksud dari penulis adalah itu sebagai anugerah
terbesar yang ada dalam hidup kita sehingga disebut karya terbesar dalam
hidupku klo memang begini seharusnya menjadi karya terbesar dalam hidupMu dan
itu lebih tepat karena ada sambungan dengan kalimat PengorbananMu yang
slamatkanku

Mungkin hanya sebuah lagu…tapi sebuah lagu rohani bukan
u/menyenangkankan telinga pendengar tapi untuk memuliakan Tuhan, jadi hendaknya
ketika seorang mencipta sebuah lagu rohani hendaknya tata bahasa dari sebuah
lagu itu diperhatikan sehingga tidak membingungkan apalagi sampai menyesatkan
(who knows

kan

…)

Sama halnya dengan lagu Mampirlah dengar Doaku, entah yang
tidak tepat penciptanya atau terjemahannya dari kalimat "orang lain kau
hampiri", akan meberi kesan "cemburu", orang lain dihampri kok
saya enggak. Trus kenapa bisa orang lain dihampiri dan saya tidak..?? karena
saya tidak layak, berdosa, dll sebagainya.

Bukan bermaksud apa2, tapi sebuah lagu bisa menimbulkan
persepsi yang berbeda dari yang mendengarkan, apalagi bagi mereka yang kritis
tapi dangkal dalam hal rohani, can be

kan

…??.
Dan lagu yang kelihatan rohani belum tentun rohani dan mungkin juga motivasi
lain dari penulisnya, once again, can be

kan

…??

 

Salam

 

 

`Ine`

 

(taken from preatch of Mr Ronny M)

Pribadi Yang Pegang Janji

December 19th, 2007 by keke-vandragon

Pribadi Yang Pegang Janji

Matius 5:33
Kamu telah mendengar pula yang
difirmankan kepada nenek moyang kita:
Jangan bersumpah palsu, melainkan
peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

Apakah Anda seorang yang memegang janji?
Coba cek dan ricek dari 3 pertanyaan
berikut:

1. Dalam sebulan berapa kali Anda
membuat janji dan berapa kali terpenuhi
janji tersebut? Jika Anda sering
berjanji dan bisa memenuhi 75% sampai
100%, maka Anda pantas diperhitungkan
sebagai pribadi yang pegang janji.

2. Apakah Anda seorang yang memikirkan
dampak suatu janji terhadap orang lain
dan diri sendiri?

3. Apakah Anda seorang yang rela bayar
harga untuk memenuhi janji? Jika Anda
menjawab ‘Ya’ pada pertanyaan no. 2 dan
3, maka Anda seorang pribadi yang
memegang janji.

Dari kehidupan Daud kita belajar
bagaimana menjadi pribadi yang memegang
janji (baca 1 Samuel 20:1-17).
Buatlah janji berdasarkan kasih dan
penghargaan kita terhadap orang tersebut.
Buatlah janji yang otentik dan tidak
berpura-pura hanya sekedar menyenangkan
hati orang lain.
Jadikan janji itu menjadi komitmen
pribadi yang mendewasakan Anda.

Saat berjanji, perhitungkan kesanggupan
kita untuk memenuhinya dan pikirkan apa
pengaruhnya terhadap kualitas relasi
kita dengannya dan dampak pada
kehidupannya.
Perjuangkan janji tersebut karena kita
bertekat menjadi seorang pemegang
janji..!!!!

(Taken from jawaban.com)

Pria Dan Perkataannya (Newsletter for Christian Men)

December 19th, 2007 by keke-vandragon


Pria Dan Perkataannya
- Jawaban.com -

Kita hidup di zaman di mana kata-kata
tidak bermakna sama seperti dulu.
Namun bahasa kita telah dicemari begitu
lama sehingga kita bahkan tidak
menyadarinya.
Apa yang dulu disebut ‘membunuh janin’
sekarang disebut ‘pilihan’.
Apa yang dulu dikenal sebagai ‘hidup
dalam dosa’ sekarang disebut ‘hubungan
penuh arti’.
Apa yang dulu disebut ‘hubungan seksual’
sekarang disebut ‘sikap tidak pantas’.

Bagaimana mungkin kita menjadi sekacau
ini? Kapan kita mulai membalikkan makna
kata-kata?

Kita perlu menegaskan kembali makna
sesungguhnya dari kata-kata karena
kata-kata memang bermakna sesuatu.

Pemantangan nafsu seharusnya tidak
menjadi frase yang menyebabkan para
remaja yang senang mengunyah permen
karet menyeringai.

Kesetiaan dalam pernikahan seharusnya
tidak dianggap kata peninggalan zaman
Victoria - justru seharusnya itu
dijunjung tinggi sebagai tujuan yang luhur.

Pikirkan saja: Kalau para politisi bisa
dikelilingi oleh para jubir politik,
kenapa kita tidak bisa dikelilingi
Firman TUHAN?

Saya mendapati dengan kita terus-menerus
membaca Amsal, itu merupakan cara yang
dahsyat untuk tetap berpegangan pada
makna yang sesungguhnya dari kata-kata.

Apa yang lebih terus terang dan tepat
sasaran ketimbang menyimak apa yang
ingin Allah katakan?
Perhatikan
contoh-contoh ini:

- Harga diri, nafsu dan tindakan jahat
adalah dosa.
- Pria bijak menabung demi masa
depannya, tetapi pria bodoh menghabiskan
semua penghasilannya.

- Seorang pria dinilai dari tindakannya.

Seorang pria jahat menjalani hidup yang
jahat; seorang pria saleh menjalani
hidup saleh.
- TUHAN benci berbagai macam penipuan
dan ketidakjujuran.

Ini adalah pernyataan-pernyataan
langsung, bukan? Tidak ada dalih dan
tidak ada pembalikan makna.

Kapan pun Anda merasa dunia telah
mencemari makna sederhana dari
kata-kata, berpalinglah kembali pada
firmanNya yang nyata.

Kita bisa percaya diri bahwa ketika
Alkitab memberitahu kita bahwa TUHAN
tetap sama baik kemarin, hari ini, dan
besok, itu artinya IA tak pernah
berubah.

Dia sudah menjanjikan itu pada
kita.
- Allah Bapa tidak suka bertele-tele.

- Bapa tidak bermain-main dengan kata-kata.
- Bapa tidak membolak-balik kata untuk
mengubah artinya.

- Saat Bapa berkata Ia mengasihimu, IA
bersungguh-sungguh.

- Saat Allah Bapa berkata IA sudah
mengampunimu, IA pun bersungguh-sungguh.

- TUHAN berbicara dengan terus terang.

Dan sebaiknya para pria saleh pun
bersikap begitu.

Murtad……..????

October 13th, 2007 by keke-vandragon


  Apa sebenarnya defenisi murtad???
Orang yang menyangkal Tri tunggal

Orang yang berpindah agama
Orang yang meragukan dan skeptis pada ke Esaan Tuhan…??? 
Who can answer it……..

aru saja
aku dapat sms dari seorang sahabat lama dari kantor lama, seorang
wanita yang pendiam, katanya dalam waktu dekat ini dia akan masuk agama
lain… upppppppppps
Seperti disambar gledek mendegarnya
Why…?? ada masalah apa???……
Sedikit
tersentil dibatinku, kita terlalu banyak memikirkan diri sendiri dan
masalah kita sampai kita lupa ada sodara2 kita yang butuh perhatian dan
didoakan atau sekedar menyediakan telinga untuk didengar.

Emang itu haknya.. memilih yang terbaik menurut pemikirannya…
tapi apa yang menurut ktia baik belum tentu buat Tuhan dan ini jelas bukan good way and God way

Upss sedih sekali mendengarnya,ternyata sekarang da berubah seiring waktu….

Aku jadi berpikir…. kadang kita kurang menginvestasikan waktu kita buat sahabat dan saudara2 seiman yang mungkin butuh waktu kita untuk bercerita atau didoakan atau sekedar bertanya apa kabarmu?? atau mendnegar keluh kesahnya tanpa merasa dinilai subjektif..
Kita terlalu sibuk dengan urusan dan masalah kita…

Entah apa alasannya adakah masalah besar yang tidak terselesaikan olehnya atau seseorang/sesuatu yang membuat dia membelokkan imannya..
Tapi tersadar…seandainya  sedikit waktu sempet terinvestasikan untuk dia..mungkin masih bisa memberi nasehat atau dorongan sebelum didahuli orang lain yang kelihatannya sungguh2 penuh cinta, hikssss sedih banget dan aku  menyesal mendengarnya :(

Kenapa dia memilih untuk murtad klo dia punya orang-orang yang mencegahnya,
memperhatikan dan memeluknya???

Kekristenan saat ini semakin dingin..seperti daun-daun yang berjatuhan di musim gugur dan siap terkulai dimusim dingin…..

Salib bukan lagi hal penting dan salib bukan lagi symbol kehangatan cinta…….

Padahal kita diciptakan untuk menjadi  teladan cinta tapi kita hanya bisa gigit jari ketika teman, sahabat dan sodara berpindah iman karena mereka kesepian dan ada orang-orang yang membuka tangan menghangatkan mereka :(

well semoga jadi pelajaran buat kita semua…as Christian people
Musim menuai semakin dekat tapi sedikit pekerja dan bahkan mungkin nyaris tidak ada yang mau bekerja…..

Apakah hanya Tuhan di tengah ladang??? padahal Dia pemimpinnya….???

4 Tipe Kepribadian Yang Perlu Kita Kenal

September 30th, 2007 by keke-vandragon

4 Tipe Kepribadian Yang
Perlu Kita Kenal


Bekerjasama dalam satu team “konon” susah-susah gampang, demikian juga
mendapatkan klien dengan cepat bukanlah perkara yang mudah. Mengenal type
kepribadian bisa jadi kunci pendekatannya.

Ada

bermacam-macam pola watak dasar manusia, Florence Littauer dalam bukunya
berjudul Personality Plus memaparkan tentang 4 macam kepribadian; Kholeris,
Melankolis, Phlegmatis
dan Sanguinis.

Jika Anda mencoba
merapikan  meja kerja rekan yang berantakan, tapi Ia balik marah pada
Anda,  bisa jadi Ia typikal Sanguinis.  Sebaliknya type Melankolis
serba terjadwal dan tersusun sesuai pola. Umumnya mereka yang masuk dalam type
ini suka dengan fakta, data dan angka Berikutnya, type Koleris,
suka  mengatur orang. Mereka sangat "goal oriented", tegas,
cepat mengerjakan sesuatu dan punya rasa, "hanya saya yang bisa
menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua". Berbeda dengan Plegmatis,
type ini tidak suka konflik sebaliknya Ia akan berusaha mencari solusi yang damai.
Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur, cenderung diam dan kalem.
Ia adalah pendengar yang baik, namun dalam mengambil keputusan seringkali suka
menunda.

Menurut Florence, keempat
watak itu pada dasarnya dimiliki setiap orang, yang berbeda adalah kadarnya.

Ada

beberapa kombinasi watak manusia, ada yang tergolong Koleris-Sanguinis,
suka mengatur orang, tapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).

Ada

pula golongan Koleris Melankolik, bicaranya dingin, kalem,

baku

,
suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan. Lain lagi dengan Phlegmatis
Melankolik
, pembawaannya diam, tenang, tapi  ingat pada semua yang
Anda katakan. Karena ia adalah seorang pemikir dan penganalisa. Pada saat
mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam .

Mana yang paling baik diantara  semua watak itu? Jawabannya, tidak ada yang paling baik. Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankolik, mungkin tak ada kemajuan di bidang keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang phlegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia. Yang penting bukan mana yang terbaik tetapi bagaimana mengasah keterampilan untuk berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill). 
 
Seorang  yang cerdas dalam berhubungan, akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya kaum sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan 

memintanya melakukan segera. Ia jago menantang potensi orang 

koleris mencapai goal-nya, atau `membakar' sang phlegmatis agar segera 

bertindak saat itu juga. Inilah seninya dalam berinteraksi 

dengan orang lain. Tentu saja awalnya adalah, "Anda dulu yang harus berubah"!
 
(Dari berbagai sumber)
Lebih dalam mengenai 4 Type Kepribadian akan dibahas pada edisi selanjutnya
 
 

 

Analogy of Eagle

July 15th, 2007 by keke-vandragon



    Hmmm..sebenarnya refrensi tentang rajawali ga banyak, entah karena burung ini tidak sepopuler burung lain yang ada dalam sangkar, sudah punah atau hanya cerita khayalan, I don’t know.. but one thing I know God always make an analogy of  His power with hawk… that’s mean this bird have mysterius meaning in His will for us.Okay, coba kita kupas tentang rajawali pelan-pelan sepanjang pengetahuanku:PBicara tentang burung Rajawali, mungkinkah burung ini sama dengan elang? I don’t know, klo iya mungkin seperti elang           

bondol. Tapi aku juga pernah dengar nama burung rajawali dijadikan lambang ama negara Amrik namanya rajawali Haliaetus leucocephalus, Klo di Indonesiakan kita nyebutnya elang besar.Berarti rajawali tuh sama dengan elang, heheee… konon dijadikan lambang negara

karena penampilannya yang perkasa, dan ukurannya yang besar.Di Eropa tepatnya di Jerman juga dikenal ada rajawali laut berekor putih. Sumber dari internet mengatakan sayapnya klo lagi dibentang bisa mencapai 2.5 meter, panjaaang yaaa bow. Bukan cuman panjang tapi
juga kekuatan kebasannya bisa membuat mangsanya mati seketikan, tapi
klo ia lagi berburu mangsa ia terbang tanpa kebasan sayap, Wooow… tanpa
kebasan aja tewas, apalagi klo dikebas, duuu really make me trust The
power of God, aku pernah posting klo banjir di Jakarta itu baru
whispering God blom klo Dia shout in the storm, abis deh Jakarta dan
dunia ini.

                

Cara Burung ini menerjang mangsanya dengan berputar-putar melingkar di tempat tinggi trus setelah kekuatannya penuh ia akan
menukik tajam dan cepat kearah mangsanya dengan cara mendorongkan kuku
kaki depannya ke arah mangsa. After that tau lhaa apa yang terjadi..ga
ada yang akan bebas jika diincar burung yang satu ini, layaknya mata
Tuhan memandang dari atas…memperhatikan kisah hidup kita yangberaneka
ragam, ada yang lurus ada yang miring ke kiri ato ke kanan dan lain
sebagainya.. oiya jangan lupa baca postinganku tentang timbangan yaaa :P
Burung rajawali konon ga hidup di tempat biasa layaknya burung yang lain dan ga pernah hidup bergerombol, habitatnya diatas bukit yang terjal (Bayangin deh da bukit, terjal pula…)
Tentang kelahirannya,agak unik…sama s
eperti burung kebanyakan emang dia mempersiapkan
sarangnya sebelum mengerang telurnya, duuu jadi inget klo pasangan yang lagi

nantiin
si kecil pasti sibuk beli-beli barang perlengkapan si kecil. Bedanya
burung ini dengan yang lain ia membuat sarangnya juga di bukit yang
terja
l, hmmm benar-benar beresiko.

   

Burung ini tergolong sabar karena ia membangun sarangnya membutuhkan waktu yang agak lama, mulai dari mengumpulkan ranting-ranting hingga sarang itu layak huni.

      

Setelah sarangnya siap, maka induk Rajawali mulai mengerami telur hingga menetaskan anak-anaknya.  Pasti
deh mereka lucu-lucu dan kedinginan. Inilah saatnya bagi sang induk
mengepakkan sayapnya yang lebar untuk menghangatkan anak-anaknya. Kalo
dipikir-pikir pasti menyenangkan ya, berkumpul bersama induk trus
diangetin lagi, jadi pengen:P. Menjadi orang sabar seperti si induk
emang ga mudah, but lets try . Dimata lawan-lawannya burung ini tampak garang dan klo
pun manusia ketemu rajawali mungkin ngibrit kali ya, tapi klo ngeliat
gimana ia menghangatkan anak-anak nya, duuu.. semua hal negatif
tentangnya sirna seketika, halaaaaa:P

 

Tapi tunggu dulu, induk rajawali ga sama dengan unggas
yang lain yang sangat memanjakan anaknya, sama seperti orang tua yang
menantikan kelahiran si kecil, tetep disayang dan kadang ampe over
dosis manjain anak hingga anak itu tidak bertumbuh menjadi orang
dewasa, mungkin umurnya saja bert
ambah
tua namun karakternya tetap anak-anak karena dimasa kecil ia terlalu
dimanjakan.. ya kalau sudah begini mungkin kita harus ingat pelajaran
dari induk rajawali.

   

Okay back to my inspiration bird, mungkin kita akan terkaget-kaget dan mengira burung ini jahat karena tiba-tiba ia akan mengepak-ngepak sayapnya, kemudian menghancurkan sarang itu. Apa coba maksudnya..da capek-capek buatnya eh diancurin, gimana nasib tuh anak-anaknya ya, penasaran???…

So pasti, anak-anaknya pasti kaget dan klo kita translate ke bahasa kita mungkin dia akan bilang klo mama  kejam dan ga berperasaan, atau berkata ngapain aku dilahirin klo akhirnya disia-siakan Bayangkan jika situasi ini terjadi pada kita.

   


Mungkin rasanya seperti tragedi… ngeliat induk yang mereka kagumi
terus ngepakin sayanpnya hingga sarang itu benar-benar rusak.
So what
will happen ? Jangan negatif thinking dulu duung, speerti kata pujangga
dont judge people by their cover, sama dengan tingkah laku rajawali ini.

Intermezo dikiit aku sempet juga sharing ama sahabatku ini tentang kepribadian manusia ada

yang Kholeris, Melankolis, Phlegmatis dan Sanguinis. Ke empat kepribadian ini kita punya hanya biasanya yang lebih me

 

nonjol
gabungan dua sifat dan dari gabungan itu ada yang mendominasi dan yang
lainnya melengkapi tapi ada juga yang tunggal artinya dia akut pada
satu kepribadian, tapi jenis ini langkah sih apalagi sekarang o
rang
da kenal networking dan kepribadian ini ga bersifat flat ato tetap,
bisa bergeser misalnya yang dulunya kholeris sanguinis bisa jadi
dominan melankolik. Perubahan ini bisa terjadi karena kita ditempa oleh
 masalah dan waktu.

   

Bertumbuhnya pun bisa semakin
postif atau negatif, tergantung cara berpikir dia dan lingkungan
bergaulnya (Sahabatku sayang mudah-mudahan kamu nyimak yang satu ini
yaaa…)

    

Aku
ngebahas dikiit tentang kepribadian ini maksudnya untuk memberi
penilaian terhadap rajawali. Klo ditelusuri lebih lanjut Rajawali ini
sepertinya kholeris banget ya. Kholeris itu pribadi yang tangguh dan
pant
ang menyerah, tapi
seringkali ia kurang disukai terutama oleh orang plegmatis dan
sanguinis. Padahal sebenarnya ga ada yang salah dari sifat ini dan ga
ada yang minta dilahirkan sebagai orang kholeris tapi image kholeris
sepertinya cukup buruk. Tapi toh Tuhan tetap memakai rajawali sebagai
symbol
of His power,
that’s mean orang kholeris ga perlu takut dimusihin ato dibenci karena
kehadirannya sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menggagas perubahan,
namun itu hanya bisa dilakukan olehpribadi-pribadi kholeris dalam
Tuhan, okay segini dulu intermezzo tentang 4 kepribadian, ntar kita
bahas lebih panjang lagi klo ada yang

request:P

Burung kholeris ini ternyata merusak sarangnya bukan bermaksud memusnahkan anak-anaknya tapi dia punya satu visi yang besar, saya bilang wooow..karena rajawali jadi sample yang baik bahwa harus punya visi dan resolusi hidup. Jangan pernah bilang menga

lir seperti air dan menikmati apa yang
ada, itu da kuno karena kompetisi di dunia ini terus berlangsung, we
can say this is bounderis world, siapa yang apatis akan digilas oleh
perubahan.. seperti kisah sweeky dalam kuali (aku pernah nulis tentang
ini dan dimuat di majalah Manajemen, saat itu aku


butuh duit untuk ngelamar kerja dan honornya lumayanlah untuk beli
peralatan ngelamar, heheee). Sweeky menikmati air yang dingin dan
hangat padahal

 

dia
ga tau klo air dalam kuali itu akan berubha panas dan akan membawa dia
pada kematian. That’s mean we don’t know abt tomorrow, m
ore better if we prepare our self and ask forgiven our sin to God, klo tiba2 besok nyawa kita melayang, who knows

kan

 Induk rajawali sebenarnya bermaksud baik, ia mengapit anak-an

aknya
kemudian di bawa terbang tinggi, tapi sekali lagi kudu siap-siap sport
jantung karena ketika ia membawa anaknya terbang tinggi maksudnya
adalah melepaskan anak-anaknya secara mendadak (Upss.. bikin jantungan
aja deh). Anak-anaknya yang masih halus dan bulunya juga masih ga
banyak pasti ga ngerti, b
ingung
dan tegang. Klo itu kita, mungkin kita akan nangis, menggerutu, marah,
stress, benci dan keluarin sumpah serapah (Ta` sowek-sowek mulutmu,
halaaaa tukul banget:P)

Asal tau aja, ini ga sekali lho dilakukan tapi berulang kali, yaa ampyuuun gimana ga stress coba.
Tapi came on we have positif thinking..apa yang dilakuin rajawali ini
adalah agar anak-anaknya cepet bisa terbang, ga manja dan tergantung
pada induknya mulu, karena ga ada yang tahu hari esok dan mereka
dilahirkan

bukan hidup berkelompok, jadi klo ga dilatih dari kecil maka ia ga bisa survive klo da gede.

Well,
klo gw tarik benang merahnya dalam kehidupan kita… Kadang kita ngeliat
masalah hanya dari satu sudut pandang yaitu sakit dan trauma. Kadang
kita nyalahin situasi dan Tuhan karena sepertinya He keep so silent on
our problem and sometime we say that we can not handle all. And
sometime masalah itu datangnya ga diprediksi, who knows

 

what will happen tomorrow.. anak rajawali lagi seneng2nya trus dihempas ama induknya, bisa dong dia dendam.. that’s why
I told Him jangan ngeliat ke belakang lagi coz God have plan from your
bad experience to make you as a mature person. Intinya yang enak itu
blom tentu enak dan yang ga enak itu biasanya bagus.

 

 In
other case we don’t prepare our self as a person, seneng si
berkelompok..emang rame-rame tuh seru tapi dalam hidup kita ada yang
namanya musim pasang dan musim surut, ketika musim surut datang..itu
saat ketika sepertinya no one care with us, inilah saat dimana kita
nyadarin hanya Tuhan pertolongan kita dan kita bergantung penuh pada
Tuhan, emang ga mudah dan teoritis banget… tapi itu lah pelajaran dari
rajawali. Dia bisa survive ketika sendiri ta
pi ada saat dimana dia bergantung juga pada yang lain (Dibahas pada akhir tulisan)

Apa
iya semua anak rajawali akhirnya bisa terbang? Mudah-mudahan iya, itu
hanya jika mereka punya konsep berpikir yang benar bahwa si induk
bermaksud mendewasakan mereka, emang untuk menjadi dewasa itu ga enak,
sulit, sakit dan menderita tapi klo anak-anak rajawali ini ga mo
collapse ato mati konyol, mereka harus mau ngelewatin proses ini klo ga
selain ga bisa terbang ia akan mati konyol dan ga pernah dikena
l sebagai keturunan rajawali.

   

Remember
kisah Musa, selama 40 tahun Ia dimurnikan Tuhan dari ke-mesir-an nya
agar Ia benar2 bergantung pada Tuhan ato seperti Paulus yang ngalamin
kebutaan dan menjadi musuh bagi bangsanya padahal dia itu berjasa
banget lhooo tapi maksud dari semua itu adalah Tuhan mo pake dia
menjadi rasul yang besar. Secara real aku ngeliat contoh sahabatku yang
lain namany Koko Erwan si beruang kutub, hehee… dia ganteng lhoo tapi
kecelakaan itu sempet membuat perubahan pada fisiknya namun dari
kecelakaan itu juga ia dipake Tuhan mengubah hidup keluarganya yang
dulu ga kenal Tuhan menja
di
keluarga bahagia, bahkan sampe sekarang ketika kerjaannya membuat dia
harus banyak ngurut dada dan berserah pada Tuhan, ga pernah sekalipun
ia mengeluh bahkan selalu ngesuport aku dengan becadaan konyolnya
( I proud of you big brother), jangan geer yaa koko ku karena masih banyak rintangan di depan, hehehe..

Back
to Rajawali characteristic, yang lainnya adalah burung ini ga takut
badai dan malahan ia menantikan badai, can u imagine..this is crazy…
orang takut klo masalah datang, klo ada bencana..burung ini malah
mencari badai.

                                 

 Dalam bible klo disinonimkan dengan rajawali dalam Yes 40:31, orang yang yang berkarakter burung rajawali tidak takut badai kehidupan malahan akan diperbaharui kekuatannya. Aplaus to our Almighty God.. Top banget deh!

Pas badai datang, rajawali akan mengembangkan sayapnya, memperhatikan dengan pandangannya yang tajam , kapan badai datang. Sebab ini yang dia tunggu dan akan dihadapinya. Ia menggunakan kekuatan badai untuk melambung tinggi mendekati matahari. Berbeda seperti burung kebanyakan yang terbang dengan mengepakkan sayap, rajawali mengembangkan sayapnya. Dia terbang
dengan kekuatan angin. Kalau burung lain kan pake kekuatan sayap, itu
sebabnya masa untuk menjadi capek dan lelah cepat datang, sehingga
harus merendah dan istirahat. Tapi saat lengah, hmmm… musuh akan
menerjangL

Kata bible gini, kita kudu melihat dengan mata visi, jadi rintangan itu akan membaut kita exciting.  Orang yang diperbaharui kekuatannya oleh Tuhan tidak akan mengepakkan sayap berjuang sendiri tapi
dikasih kekuatan angin Roh kudus. Saat badai ia ga menjadi korban tapi
menjadi lebih dari pemenang karena kekutannya terus menerus
diperbaharui.

Untuk
sampai pada tahap ini, kunci pertamanya adalah berserah, berserah pada
Tuhan gimana cara Dia yang ajaib memberikan kekuatan Roh Kudus agar
kita bisa terbang mengepakkan sayap.

Burung rajawali ga pernah takut ke mana ia akan terbang. Ia bebas
berputar, menukik atau terbang ke mana ia mau, kata orang ini freedom
man! Analogynya orang yang da bertobat dan terima Yesus trus mau
bertumbuh maka akan diberikan kemerdekaan roh, finally imannya pun
semakin melejit. Masa lalu ga ada artinya lagi karena da merdeka, dan
apapun intimidasi iblis ga akan berpengaruh pada performance dan
kinerja imannya, duuu keren ga seeee?? :P

Burung rajawali juga selalu mempersiapkan diri setiap hari. la menggosok paruhnya, agar bulu pada tubuhnya berminyak sehingga pada waktu dia menukik ke dalam laut untuk menyambar ikan, ia tidak tenggelam. Dia dapat keluar dengan bulu yang kering dan mengkilat sebab berlumuran minyak.  Ini
berbicara tentang mempersiapkan hati dan batin untuk memulai hari,
karena klo batin dan hati kita ga siap maka seharian itu mood kita bisa
ga bagus.

Hmm
aku jadi ingat sahabatku papa Wals yang setiap pagi membangunkan aku
dengan kalimat-kalimat lembutnya agar aku positif thinking dan
semangat, makaciiii yaa pa, aku blom berhasil siii mungkin karena
sering tidur pagi kurang istirahat jadi kurang prepare tapi aku sedang
menuju ke arah sana. Melatih diri untuk punya hati yang lapang dan
postif thinking bahwa ga semua yang kita harapkan hari ini akan
terjadi. Siapa yang tahu klo pagi-pagi bos datang marah-marah ato
tiba-tiba ada rekan kerja yang negatif thingking ke kita dan mancing
emosi. Jadi hal seperti ini emang perlu dilatih.. supaya hati kita kita
seperti Rajawali yang bulunya kering dan mengkilat. Ada satu ciri luar biasa dari rajawali. Ada suatu masa dimana Ia
 menyediakan
waktu untuk memperbaharui diri. Karena rajawali juga makhluk hidup, ga
selamanya dia kuat..same with us..umur membuat kita makin tua.

. segala sesuatu di dunia ini ga ada yang buat kita selalu sama, sehingga kita perlu memperbaharui diri mengumpulkan kekuatannya

                

Rajawali
adalah unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat
mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu ia harus
membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40. Pada
umur tersebut..cakarnya mulai menua, paruhnya jadi panjang dan bengkok
hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena
bulunya tumbuh lebih lebat dan tebal tidak teratur, sehingga sangat
menyulitkan untuk
 terbang.

    

Pada saat itu, rajawali  hanya
mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses
transformasi yang sangat menyakitkan — yang panjang selama 150 hari. Untuk melakukan transformasi itu, rajawali  harus
berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat
sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses
transformasi berlangsung. Bayangkan betapa beratnya tubuhnya untuk
terbang ke puncak bukit. Mungkin ia memilih utnuk masuk pada proses
transformasi namun bisa saja ia collapse ditengah jalan, namun ia
berusaha keras utnuk sampai kepuncak itu hingga kekuatannya yang
terakhir. Inspirasi yang lain tentang rajawali adalah ga gampang
menyerah dan punya daya juang terhadap sesuatu yang ia inginkan.

   

Ia
juga ga menjadikan kondisi tubuhnya menjadi alasan untuk menyerah dan
dia juga ga melihat masa lalunya yang jaya untuk ternyak dalam pst
power sindrom. Mungkin dulu dia gagah dan keren, tapi itu bukan alasan
untuk mengasihani diri sendiri, so apapun fisik kita, dont worry God
seen not in our phisically but deeper of our heart. Mo cacat, mo
sempurna, mo kurus mo endut mo putih mo item, semua punya kesempatan
yang sama untuk sampai ke puncak bukit

    

 Saat kekuatan sayapnya mulai berkurang, dia sabar untuk berdiam diri  dalam jangka waktu yang lama; dia tidak terbang seperti biasanya.  Diatas tempat yang tinggi di atas bukit  batu, ia
mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas
dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh
baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu
cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan
mencabut bulu badannya satu demi satu.
 Ada _ lebih kurang 7000 bulu pada dirinya, dan itu dicabutinya semua. Kemudian dia akan membersihkan dirinya dari debu, lumpur, dan kutu. Masa pembaharuan ini memakan waktu 40 hari. Dan ini sakit lhoooo…

   

Suatu
proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu
rajawali yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan
paruh dan cakar baru, sang rajawali yang sudah mengalami transformasi
yang pahit mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh
energi!

   

Dalam
kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan
yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Sangaaat
…sangaaat ga enak.

 Kita
harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat,
meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan
melemahkan daging kita.

   

Ini
bukan menjudge atau paksaan tapi memang proses trasnformasi membutuhkan
pengorbanan yang besar dan menyakitkan, seperti Musa yang dimurnikan
dipadang pasir selama 40 tahun, Yusuf dibuang oleh sodaranya, Paulus
yang ditinggalkan pengikutnya atau Zakeheus kecil yang harus melepas
jabatann ya untuk ikut Yesus.

   

Hanya
bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar
hal-hal yang baru, kita akan mempunyai kesempatan untuk mengembangkan
kemampuan kita dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

   

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri kita. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat

   

kita. Came on fly with eagles wing
Yang terakhir, walaupun burung ini tidak hidup berkelompok, ia sangat
menghargai hubungan dan persahabatan, hehehee… kenapa aku bilang
seperti ini, karena aku berpikir.. ketika ia harus mengajari
anak-anakya ia tahu resikonya ga semua anaknya bisa nerima dan ga semua
anaknya akan bisa terbang, harga yang dia bayar untuk menjadikan
anak2nya menjadi burung yang luar biasa sangat besar, wlo mungkin
anak2nya sumpehin dia ato dongkol dan mungkin juga resikonya ia harus
kehilangan anak-anaknya. Tapi itu harus dilakukannya karena Ia
berorietnsi pada tujuan besar.

   

Selain itu ketika ia mengalami proses transformasi, dia ga mampu memberi makan dirinya, thats the time mungkin


pasangannya ato sahabatnya yang datang ngasih makan ke dia supaya dia
bertahan hidup sampai masa transformasi itu selesai. Menungu seorang
sahabat bertumbuh ga mudah, setiap hari ia ngasih makan ke sahabatnya
tapi untuk kehidupan yang lebih baik akan ia lakukan, wooow.. gw cengok
bayanginnya, betapa harga untuk hubungan emang ga mudah, kadang air
mata dan perasaan taruhannya.

   



Satu
hal yang aku ingat dari koko Erwan “hubungan dan persahabatan itu
seperti tangan dan mata. Saat tangan terluka mata menangis..saat mata
menangis..tangan menghapusnya. Seorang yang mengasihi kita dan sahabat
kita ga perlu selalu hadir setiap saat..tidak perlu selalu hadir saat
kamu bahagia dan

tertawa. Tapi disaat semu a orang meninggalkanmu dan kamu
merasa sendirian dansedih, saat semuanya terasa begitu berat. Disaat
itulah sahabatmu selalau datang untukmu..membuat semuanya terasa begitu
mudah

   

  

   


Yesaya
 40:31
"Tetapi orang-orang yang menanti,nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali
yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari Dan tidak menjadi
lesu, mereka berjalan Dan tidak menjadi lelah. "   

Mars and Venus

July 7th, 2007 by keke-vandragon
Pria Suka Kebebasan, Wanita Suka
Keintiman
Gaya berkomunikasi antara pria dan wanita ternyata berbeda, motif
yang mendasarinya pun juga berlainan. Akibatnya, sering terjadi kesalahpahaman
dan ketegangan ketika pria dan wanita menjalin komunikasi, bahkan antara suami
dan istri. Ketrampilan teknik saja belum cukup agar komunikasi antar-gender ini
bisa berlangsung mulus dan memperkokoh relasi. Betapa sering terdengar keluhan,
”Saya tak bisa mengerti, apa maksudmu?” setelah terjadi perdebatan sengit
antara suami dan istri.
———————
SALAH paham yang tidak
terduga pun sering mewarnai relasi antara pria dan wanita, misalnya, seorang
istri yang menanyakan baik-baik kepada suaminya mengapa pulangnya terlambat
justru direspons dengan kemarahan karena si suami merasa dicurigai dan dikekang.
Oleh sebab itu, perlulah kita melihat motif-motif di balik kata-kata ketika pria
dan wanita berkomunikasi.

Kebebasan Versus Keintiman
Seorang
sosiolinguis terkenal Deborah Tannen, Ph.D dalam buku "You Just Don’t
Understand" menyampaikan bahwa perbedaan gaya komunikasi antara pria dan wanita
disebabkan oleh motif yang berlainan. Bagi pria, komunikasi bertujuan untuk
merasakan kebebasan dan status, sedangkan bagi wanita komunikasi bertujuan untuk
merasakan keintiman dalam relasi.
Selanjutnya, pria cenderung menggunakan
komunikasi untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu dan unggul. Seorang suami akan
merasa tidak nyaman ketika harus minta izin, pendapat, atau maaf kepada istrinya
karena merasa "direndahkan". Sebaliknya, bagi istri, hal tersebut sebagai
sesuatu yang wajar saja. Seorang suami juga sering "tersinggung" ketika si istri
mengingatkan atau menyuruh melakukan hal-hal yang sudah biasa dikerjakan karena
merasa diperintah dan diragukan kemampuannya.
Semua salah paham ini bersumber
dari kebutuhan pria akan kebebasan dan status yang terusik. Sementara si istri
yang tak memahami hal ini semakin bingung dan frustrasi karena sedikit pun tidak
bermaksud demikian. "Saya jadi serba salah," adalah ucapan umum seorang istri
yang menghadapi situasi semacam itu.
Seorang suami pun menjadi frustrasi dan
tak sabar ketika harus mendengarkan istrinya berbicara tanpa ujung pangkal,
emosional, segala persoalan campur aduk jadi satu. "Persoalannya apa, solusinya
bagaimana?", itu yang ada di benak pria, padahal bagi wanita yang penting dengan
berbicara bisa merasakan keintiman dalam hubungan. "Kamu tak bisa mengerti aku,"
adalah keluhan khas istri menghadapi suaminya yang mencoba memecahkan masalah
atau memberi nasihat karena ia hanya butuh didengarkan. Kebutuhan akan keintiman
yang ia dambakan dari suaminya tak terpenuhi.
Dengan saling memahami
kebutuhan dasar masing-masing, pria dan wanita bisa menghindari konflik dan
salah paham dalam berkomunikasi. Motif-motif ini — kebebasan dan keintiman –
jelas tak terucapkan, namun terungkap melalui gaya komunikasi
masing-masing.

Wafel Versus Spaghetti
Bill dan Pam Farrel dalam
buku "Single Men are Like Waffles, Single Women are Like Spaghetti"
menggambarkan perbedaan cara berpikir pria seperti kue wafel yang berupa
kotak-kotak, sedangkan wanita seperti mie (spaghetti) yang saling terkait dan
rumit. Struktur pikiran pria dalam memproses hidupnya ini berupa kotak-kotak,
setiap kotak berisi satu masalah.
Pria hanya mampu berpikir dan menyelesaikan
satu persoalan dalam satu waktu. Pada saat bekerja, ia akan menuntaskan urusan
kerja dan tak mau diganggu urusan lain. Demikian juga saat berurusan dengan hal
lain, ia tak mau berada dalam situasi segala persoalan jadi satu. Demikian juga
dalam berbicara, pria ingin satu persoalan atau topik dibahas sampai tuntas,
sebelum berganti ke hal lain.
Sebaliknya, mampu berpikir dan menyelesaikan
berbagai persoalan dalam waktu bersamaan. Seorang wanita sambil bekerja di
kantor, masih memikirkan bagaimana anak-anak di rumah, urusan-urusan yang lain,
tanpa merasa terlalu repot. Seperti ini, bagi wanita semua persoalan saling
terkait menjadi satu, maka dalam menyelesaikannya pun ia akan memikirkan dengan
cermat dari segala sudut pandang, dalam berbicara. Coba perhatikan sekelompok
wanita yang sedang berbicara (apalagi bergosip), bisa asyik berbicara dengan
berbagai topik tanpa kesimpulan apapun.
Pria cenderung hanya menggunakan satu
belahan otak, khususnya sebelah kiri pada saat tertentu, sedangkan wanita mampu
berpindah-pindah dari belahan kiri dan kanan. Hal ini nampak ketika wanita
sering mencampurkan emosi dan pikiran rasional pada saat yang sama, sedangkan
pria cenderung memisahkan antara kapan menggunakan emosi dan akal
sehat.
Perbedaan cara berpikir antara pria dan wanita ini, jika dipahami,
akan membantu orang dalam berkomunikasi. Pahami pria dari sudut pandang pria
berbicara dan berpikir, dan biarlah ia memenuhi kebutuhan dasarnya, yakni
kebebasan. Demikian juga, pahami wanita dari sudut pandang wanita dan penuhi
kebutuhan akan keintiman. Maka, komunikasi akan menjadi sarana paling efektif
untuk membangun relasi yang hangat dan mendewasakan.
* paul
subiyanto

Hak untuk Memiliki Kebebasan

July 7th, 2007 by keke-vandragon

 Hak
untuk Memiliki Kebebasan

  (1 Korintus 10:

23:26

)

 

 

Semua orang punya hak untuk memiliki kebebasan. Gerald L Sittser bukunya
The Will of God as a way of life mengatakan
bahwa kita memiliki satu jenis kebebasan, kebebasan untuk menikmati kehidupan
yang tanpa batas, untuk bisa pergi kemanapun kita suka, melakukan apapun yang
ingin kita lakukan, dan hidup dengan cara sesuka kita.

 

Pernahkah Anda bayangkan jika kebebasan kita miliki sepenuhnya, kita
bebas mau jadi apa saja dan kemana saja kita mau. Wah, terlalu banyak pilihan
di dunia ini, kita boleh memilih apa
saja dan menjadi apa saja.

 

Mungkin saja kita berharap agar Tuhan memberitahukan persis kepada kita
apa yang harus kita lakukan, pergi ke mana dan bagaimana memilih. Tetapi
ternyata Tuhan tidak akan memberi jawab seperti itu.Mengapa demikian, karena
Allah menghargai kita sebagai manusia yang bebas bukan robot yang harus mematuhi semua perintah dan
menjadi seperti apa yang Dia mau.

 

Kita bebas memilih apa yang kita makan, kita pakai, hidup seperti apa
dan dengan siapa adalah sepenuhnya wewenang kita. Tuhan tidak pernah memaksa
namun Ia meminta supaya kita memastikan agar hati kita bersih, motivasi kita
murni dan arahan dasar kita tepat serta mengarah pada kebenaran yang sejati,
yaitu kerajaan Allah.

 

Dengan nurani yang bersih maka kita bisa memilih yang baik diantara
sejumlah alternatif sambil terus melakukan kehendak Allah. Hidup ini terlalu
singkat untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna dan hidup ini terlalu
singkat bila kita terlalu lama dalam persimpangan.

 

 Pilihlah hidup saya adalah mengutamakan mencari kerajaan
Allah dan kebenaranNya, bagaimana dengan Anda?

 

1 Korintus 10 :23

 

Resep PAcaraRan ala Anak Tuhan

July 7th, 2007 by keke-vandragon
 
 RESEP PACARAN ala "ANAK TUHAN", boleeeh deh dicoba:D
 
 Bahan untuk DASAR:
 1 pak Kasih Kristus
 1 mangkuk besar Firman Allah
 1 pak Doa
 
 Bahan untuk ISI:
 1 Pria dan 1 Wanita, pilih yang benar-benar matang
 1 gelas Kasih Sayang Murni (KSM)
 2 sendok Komitmen
 2 sendok Komunikasi
 1 butir Kesamaan Visi
 1 potong Restu Keluarga
 Rasio dan Emosi secukupknya
 
 Bahan untuk HIASAN/TOPPING:
 Humor Segar, dan Kegiatan Pelayanan, masing-masing dipotong kecil.
 Pergi Bareng secukupnya.
 Telpon-Telponan sesuai selera.
 
 Cara Membuat:
 1. Untuk DASAR: Kocok lepas Kasih Kristus sampai mengembang,
 tambahkan Firman Allah dan Doa, aduk sampai rata dan tidak
 lengket, sisihkan.
 2. Untuk ISI: Cuci bersih Pria dan Wanita, kupas, buang semua
 kotorannya. Rendam dalam KSM secara merata (bila Kasih Sayang
 sungguh-sungguh murni, akan mudah menyerap ke dalam).
 
 3. Sesudah menyerap, lumatkan jadi satu sambil perlahan-lahan
 dicampur dengan Kesamaan Visi dan Restu Keluarga. Bubuhkan
 rasio dan emosi.
 
 4. Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi,
 aduk rata.
 
 5. Untuk TOPPING: Campurkan semua.
 
 6. Siapkan mangkuk ceper/loyang. Alasi semua dindingnya dengan
 bahan dasar. Jangan tipis-tipis
 
 7. Ke dalamnya masukkan bahan isi sampai penuh, taburi atasnya
 dengan campuran Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng
 dan Telpon-Telponan secara merata.
 
 8. Panggang dengan api sedang sampai berwarna coklat keemasan dan
 harum. Siap disajikan hangat-hangat.
 
 Saran Penyajian:
 Kue ini bisa dimakan kapan saja, asal tidak disajikan beku/dingin,
 atau terlalu panas. Seandainya mulai terasa garing, tambahkan
 Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng, dan Telpon-Telponan.
 
 Lama persiapan: kira-kira 3 bulan (tergantung kematangan pria dan
 wanita)
 Lama memasak : kira-kira 1 bulan (tergantung Doa dan Firman Allah)
 Daya tahan  : Lama. Percaya deh!
 
 
 TIPS:
 1. Memilih Pria dan Wanita harus yang segar dan matang. Cari yang
 tingkat kematangannya sama. Hindarkan yang masih mengkal
 (hasilnya akan sepet), atau yang terlalu tua (susah lumatnya).
 Untuk mendapat yang terbaik, coba cari di gereja dan persekutuan
 Kristen. Walaupun kadang bentuknya biasa-biasa saja, dan agak
 jual mahal, tapi dalamnya pasti matang. Hindarkan mencari di
 pesta/diskotik/forum chatting, karena walaupun kelihatan dari
 luar bagus, mulus, dan murah, biasanya dalamnya busuk.
 
 2. Selalu gunakan HANYA 1 PRIA DENGAN 1 WANITA. Bila anda coba
 menambahkan Pria atau Wanita lain, baik untuk bahan isi atau
 sekedar hiasan, kue akan basi dan tidak dapat dinikmati lagi.
 
 3. Gunakan Kasih Sayang yang murni (capnya AGAPE, jangan cari yang
 EROS - itu merek jelek), karena di dalamnya terkandung unsur-
 unsur vitamin dan mineral yang lengkap, yaitu: pengertian, sabar,
  murah hati, sopan, tidak sombong, tidak egois, bukan pencemburu/
 pemarah/pendendam.
 
 4. Ini penting: Dalam resep-resep modern, beberapa orang mencoba
 mengganti KSM ini dengan PMX (Pre-Marital Sex) untuk mendapatkan
 rasa yang sensasional. Sayangnya, hasilnya tidak menggembirakan.
 Walaupun awalnya terasa dahsyat, nikmat, dan lezat, segera saja
 akan terasa hambar dan pahit. JANGAN DICOBA !!!
 
 5. Walau biasanya rasanya hangat, gurih dan enak, kadang-kadang
 karena kondisi lingkungan, kue ini berubah agak masam, garing,
 atau dingin. Tidak usah takut, ini proses alami yang wajar.
 Hangatkan dengan beberapa pertemuan, dan bubuhkan saja Doa,
 Komitmen dan Komunikasi untuk mempertahankan keawetan dan       mengembalikan cita rasa semula

  

Kampung Nelayan…

July 7th, 2007 by keke-vandragon

Entah kenapa aku memilih untuk ikut bersama dengan orang-orang yang aku tidak kenal, yang asing bagiku… untuk pergi bersama mereka ke tempat yang aku juga tidak tahu dan tidak pernah kesana.

“Hmm… aku bingung, hari ini aku punya 3 acara, berjalan bersama pria yang pernah mengisi hari-hariku, lumayan kan kalo bisa baikan lagi atau sekedar menjadi teman ngborol, hahaaha… Atau ikut seminar di tanah abang bersama sahabatku, ku pandang lama undangan seminar itu, namun entah kenapa hatiku lebih condong untuk ikut pergi bersama orang-orang yang aku tidak kenal. Hmmm… kok aku jadi begini ya, bukankah aku termasuk type orang yang tidak menyukai situasi ramai apalagi bersama orang-orang yang belum aku kenal, tapi klo hatiku berkeras pada sesuatu pasti kakiku akan melangkah kesana juga, siip… aku memilih pergi bersama mereka.

“Aku punya teman, teman sepermainan, etc…. “ Ups….handphone Siemen C75 ku yang belum juga lunas, berbunyi keras…yeaa sahabat baruku itu sudah menjemputku. Segera berkemas meninggalkan ruang kerja dan setumpuk lemburan untuk pergi ke tempat yang aku tidak tahu bersama orang-orang yang tidak aku kenal”

“ Siap…??” Tanya sahabatku itu yang kebetulan baru aku kenal juga dari milis yang mengajakku untuk ikut ke tempat yang telah menjadi pilihan hatiku 1 jam lalu” Selama perjalanan kami saling berbagi cerita, “Weeew… rame kaleee cerita kau” gumamku dalam hati. “Lucu juga baru juga kenal kemarin da akrab-akrab ajeee…but that’s okay lha… karena aku memang lebih senang mendengar ceritanya dan ketawanya daripada aku yang harus cerita” :p.

Sampai juga distasiun Cawang, naik kereta ekonomi, berjubel bersama penduduk kota Jakarta yang lain dan sampai lah di tempat base berkumpul.

“Ups… oh my no… Am I made a wrong decision?, Maybe good for me klo ngibrit ajeee.. because I don’t know all of them …”.
“Hai, sepertinya aku kenal kamu, seseorang menyapaku dengan akrab, oke salam-tebar senyum dan mulai kenal yang lain. “ Hiks..hiks… tetap aja ga nyaman bow..dasar gw susah akrab..oke Pen tegarkan hatimu karena kakimu akan melangkah sebentar lagi,oooow…pulang aja kali yeee… temen barengan gw aja da ditelan keramaian para gadis-gadis yang cantik”, “Jangan Pen, show them klo kamu berani, kamu oke, kamu bisa”.
“Dieeem looo..kataku pada suara hati yang terus memberi support, lo tau gaaa seee.. gw minder bow. Tapi ya udah lhaa anggap aja kali ini aku menggantikan Mask si topeng hijau”.

Perjalanan dimulai, sesak…penuh barang..macet…ga kenal kanan kiri apalagi bahasa mereka yang tidak terlalu aku mengerti, dan lebih parah lagi kami tersesat..”Yeeaa…good choice for you little voice in my heart, if you front of me, tinju gw melayang, seharusnya gw ga usah ikut acara ini,huk..huk… Am I made a wrong decision?”. “Na..na..na..na… SKSD aja Pen, biasanya kan juga getu” :P ****

Finally sampai juga, disebuah perkampungan sempit, bau, sesak dan becek. Yeaa kami masuk ke dalam step dua perjalanan ketempat yang aku tidak tahu bersama orang-orang yang aku tidak kenal.

“ Hai, kenalin disini A, disitu B”, Hai kenalin aku C dan ini D”. Oke aku coba menghafal nama-nama mereka si Alfa, Beta, Charli,Delta, Fanta, Golf, hingga Zulu…
Sing together with anak – anak kampung diruangan sempit dan full of body.

Aku cukup duduk diluar saja, ngobrol bersama suster pengasuh dan sesekali membantu panitia. Hmmm…. Ini namanya perjalanan Kunjungan Kasih dari sekumpulan orang-orang yang join dalam satu milis untuk berbagi berkat pada orang-orang yang susah sekaligus refreshing.
“ Kami serahkan bantuan sebesar 4 juta rupiah plus pakaian layak pakai dan bingkisan buat anak-anak dikesusteran ini” , demikian kata salah satu panitia, seorang kakak yang cantik dan bersahaja.

“Hmmm… ini adalah ruangan dimana generasi-generasi baru yang akan menggantikan orang-orang dari milis ini yang kelak akan membangun bangsa ini..?? begitukah..??, entah lah aku pun tak tau tapi yang pasti, aku beri approviciat buat milis ini dan suster yang luar biasa karena berhati mulia mau mengajari anak-anak ini agar kelak mereka menjadi manusia berguna.”

Aku sempat melirik ke seorang bocah berkuncir tiga, berbadan kurus dan dekil. Dia melahap ice cream yang dibagikan oleh panitia, mungkin dia belum pernah makan ice cream seprti itu sebelumnya. Kemudian aku juga sayup-sayup mendengar anak-anak yang ceria karena mendapat tas baru, hahaha..aku jadi ingat waktu kecil dulu jika naik kelas tidak dibelikan tas baru, pasti deh cemberut,uuu…klo diingat rasanya sakit menyayat hati, weeew…”
***

“Setelah ini kita akan melakukan perjalanan menyusuri perkampungan nelayan, silakan siap-siap buat rekan yang ingin ikut”, instruksi salah satu kakak panita.  Aku rekatkan penjepit sandalku sambil berpikir, 4 juta plus ini dan plus itu,waw… mayan tuh klo bisa dibuat sumbangsih atau investasi, hmm.. aproviciat deh buat milis ini”

Berjalan bersama-sama orang yang aku tidak kenal, sesekali melempar senyum atau ngobrol kecil dengan mereka, karena sahabat seperjalananku sekali lagi menghilang ditengah keramaian dan akan muncul lagi jika ombak surut, ya si kerang kecil demikian aku menjulukinya, kerang kecil lawanya motor gede harley Davidson, let him fun, I can enjoy this trip with my imagination and my little voice from deeper my heart :p”
Pelan-pelan kami menyusuri jalan setapak, sedikit berkelok, belok kiri, belok kanan, lurus, masuk lorong, awas gelap, hati-hati becek..hahahaha.
Ternyata kampung nelayan itu berada dibelakang perkampungan tempat kami bernyanyi-nyanyi bersama anak-anak di kesusteran tadi. “

Oh my God..they are so poor, kirain perkampungan sempit tadi yang dimaksud dengan kampung nelayan, ternyata ada kehidupan lagi dibalik rumah-rumah sempit itu. Lebih miskin daripada perkampungan sebelumnya. Bau yang menyengat menusuk hidung, yeaa ini adalah realita kehidupan, kampung nelayan…. Sebuah perkampungan miskin yang berada di tanah air yang kaya akan bahari dan agrarisnya. Yang pernah berjaya dengan kerajaan Samudra Pasai dan Majapahitnya. Dan kapal perang Dewa Rucinya dengan lagu kebanggaan kita Nenek moyangku seorang pelaut,,,,, “Ooow…tragis sekali yaaa…!!!”

“Bapak sedang memperbaiki perahu ya..?” Tanya ku pada seorang nelayan yang sedang memaku perahunya. “Iya, perahu ini diperbaiki biar bisa lepas jaring lagi” demikian jawab bapak itu. Aku mengajukan beberapa pertanyaan, sekedar membangkitkan empatiku tentang kehidupan yang berbeda dengan kehidupanku. “ Perahunya akan didorong berapa orang?, Ikannya dijual kemana?, biasanya turun kelaut jam berapa pak?” dan seabrek pertanyaan lain yang aku ajukan.

Dikanan kiri terlihat banyak orang berkelompok kecil-kecil untuk membersihkan kerang. Ketika aku coba menatap mata seorang bocah yang sedang mengupas kerang, ia hanya nenatapku dingin dan sebakul kerang lagi yang harus ia bersihkan. “Sampai kapan ya seperti itu?”.
Aku jadi ingat, waktu kecil jika natal hampir tiba pasti aku bersama saudraku yang lain akan sibuk mengupas kulit kacang, tidak banyak sih cuma sebaskom, tapi rasanya melelahkan dan membosankan, bagaimana dengan mereka ya, tiap hari mereka berkutat dengan kerang-kerang yang bau, padahal seharusnya mereka bersekolah atau bermain bersama teman-teman sebayanya”
Perjalanan diteruskan dan pemandangannya tetap sama  dengan aroma yang juga tetap sama.

Tidak heran kalau mereka sakit paru-paru atau infeksi saluran pernafasan dan mungkin ada yang meninggal, karena gaya hidup yang tidak sehat dan tidak bersih.
Entah ini salah siapa, tapi yang pasti mereka adalah pengelola laut, kita adalah konsumennya dan dua pihak ini sama-sama hidup di tanah air yang kaya akan kerang, ikan sampah, ikan teri dan ikan-ikan lainnya. Dan inilah realita alam, pengelola seharusnya kaya karena mereka punya kuasa terbesar. Sama seperti Adam yang diberi kuasa untuk mengelola taman Eden, namun gagal karena jatuh dalam dosa. Dan pengelola laut, entah mereka gagal menjadi orang kaya atau belum berhasil menjadi kaya tapi yang pasti mereka gagal mengelola lingkungannya. Dan konsumen ikan yang kaya dan semakin sehat nyaris lupa bahwa pengelola laut di bangsa ini adalah manusia-manusia yang butuh untuk dididik, diberi ilmu dan yang perlu digarami dengan kasih dan kecerdasan dari sang Khalik.
Kemiskinan dan kebodohan ini harus diperangi, bukan cuma di desa nelayan ini, tapi  disetiap tempat di negara ini perlu sentuhan tangan-tangan kokoh dan hati yang penuh cinta, supaya transformasi segera terjadi. “Weeew… serasa berada  di tahun 1928, sumpah  pemuda dibacakan karena pada masa itu pemuda-pemuda bangsa ini berjuang keras untuk membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan, nah sekarang tugas kita membebaskan bangsa ini dari belenggu kemiskinan dan kebodohan”
****

Usai sudah perjalananku yang sempat membuatku ringkuh dan asing karena aku berada diantara orang yang aku tidak kenal menuju ke tempat yang aku tidak tahu. Tapi bersama orang-orang yang aku tidak kenal itu aku bisa menginjak tempat yang aku tidak tahu sebelumnya dan banyak pelajaran baru yang aku dapatkan, kenalan baru yang aku kenal dan tentunya tulisan baru yang bisa aku posting.
Hmmm…mungkin ini waktunya aku memberi judul untuk tulisan terbaruku yang sejak awal aku tidak tahu apa judul yang pantas untuk tulisan “aneh” ini. Apakah “ Kampung Nelayan”, “ Kunjungan kasih”. “Kerang-kerang yang menanti”, “Pengelola alam” atau apa yaaa yang menarik masa tulisan bagus begini ga ada judul see (cieeee..bagus atau aneh yaa??)…

Hmm mungkin aku butuh meminjam judul dari lagu dari ciptaan seorang sahabat lama di Brazil Judulnya
“Terang Bagi Kotaku” Sekalian aja aku nyanyikan, hehehe…
Kuberdiri disini, di tengah kotaku
Kulihat ada banyak mereka yang terhilang

Dan kudengarkan jerit tangis di tawa mereka

Mereka rindukan Kasih yang sejati…..

Ku berdiri ditengah angkatan yang terhilang…

Ku berseru padaMu jamahlah hati setiap mereka

Berikan damai yang selama ini mereka rindukan

Dan biarkanlah hanya nama Mu yang dimuliakan….

Reff:
Ku mau Engkau, pakai aku jadi jawaban bagi mereka

Ku mau KasihMu, belas kasihMu bawa mereka kepadaMu
Ku mau Engkau pakai aku jadi terang di kegelapan

Terang …bagi Kota ku ) 2X

Kan ada tawa sukacita

Seluruh sudut kota kan bersorak- sorai memujiMu

Back to reff

Oke mungkin ini judul yang tepat walau ga nyambung; Terang bagi kotaku!!
: Terang bagi Jakarta..terang bagi kampung Nelayan dan  terang bagi milis Batak Gaul :p

(Thanx have read my story  )

this little story was written at 1 : 03 am,
Although this story not the best one, but my desire this story can represent vison of God to this world : that we must be a light and salt wherever and whoever we are