Hmmm..sebenarnya refrensi tentang rajawali ga banyak, entah karena burung ini tidak sepopuler burung lain yang ada dalam sangkar, sudah punah atau hanya cerita khayalan, I don’t know.. but one thing I know God always make an analogy of His power with hawk… that’s mean this bird have mysterius meaning in His will for us.Okay, coba kita kupas tentang rajawali pelan-pelan sepanjang pengetahuanku:PBicara tentang burung Rajawali, mungkinkah burung ini sama dengan elang? I don’t know, klo iya mungkin seperti elang
bondol. Tapi aku juga pernah dengar nama burung rajawali dijadikan lambang ama negara Amrik namanya rajawali Haliaetus leucocephalus, Klo di Indonesiakan kita nyebutnya elang besar.Berarti rajawali tuh sama dengan elang, heheee… konon dijadikan lambang negara
karena penampilannya yang perkasa, dan ukurannya yang besar.Di Eropa tepatnya di Jerman juga dikenal ada rajawali laut berekor putih. Sumber dari internet mengatakan sayapnya klo lagi dibentang bisa mencapai 2.5 meter, panjaaang yaaa bow. Bukan cuman panjang tapi
juga kekuatan kebasannya bisa membuat mangsanya mati seketikan, tapi
klo ia lagi berburu mangsa ia terbang tanpa kebasan sayap, Wooow… tanpa
kebasan aja tewas, apalagi klo dikebas, duuu really make me trust The
power of God, aku pernah posting klo banjir di Jakarta itu baru
whispering God blom klo Dia shout in the storm, abis deh Jakarta dan
dunia ini.
Cara Burung ini menerjang mangsanya dengan berputar-putar melingkar di tempat tinggi trus setelah kekuatannya penuh ia akan
menukik tajam dan cepat kearah mangsanya dengan cara mendorongkan kuku
kaki depannya ke arah mangsa. After that tau lhaa apa yang terjadi..ga
ada yang akan bebas jika diincar burung yang satu ini, layaknya mata
Tuhan memandang dari atas…memperhatikan kisah hidup kita yangberaneka
ragam, ada yang lurus ada yang miring ke kiri ato ke kanan dan lain
sebagainya.. oiya jangan lupa baca postinganku tentang timbangan yaaa
Burung rajawali konon ga hidup di tempat biasa layaknya burung yang lain dan ga pernah hidup bergerombol, habitatnya diatas bukit yang terjal (Bayangin deh da bukit, terjal pula…)
Tentang kelahirannya,agak unik…sama seperti burung kebanyakan emang dia mempersiapkan
sarangnya sebelum mengerang telurnya, duuu jadi inget klo pasangan yang lagi
nantiin
si kecil pasti sibuk beli-beli barang perlengkapan si kecil. Bedanya
burung ini dengan yang lain ia membuat sarangnya juga di bukit yang
terjal, hmmm benar-benar beresiko.
Burung ini tergolong sabar karena ia membangun sarangnya membutuhkan waktu yang agak lama, mulai dari mengumpulkan ranting-ranting hingga sarang itu layak huni.
Setelah sarangnya siap, maka induk Rajawali mulai mengerami telur hingga menetaskan anak-anaknya. Pasti
deh mereka lucu-lucu dan kedinginan. Inilah saatnya bagi sang induk
mengepakkan sayapnya yang lebar untuk menghangatkan anak-anaknya. Kalo
dipikir-pikir pasti menyenangkan ya, berkumpul bersama induk trus
diangetin lagi, jadi pengen:P. Menjadi orang sabar seperti si induk
emang ga mudah, but lets try . Dimata lawan-lawannya burung ini tampak garang dan klo
pun manusia ketemu rajawali mungkin ngibrit kali ya, tapi klo ngeliat
gimana ia menghangatkan anak-anak nya, duuu.. semua hal negatif
tentangnya sirna seketika, halaaaaa:P
Tapi tunggu dulu, induk rajawali ga sama dengan unggas
yang lain yang sangat memanjakan anaknya, sama seperti orang tua yang
menantikan kelahiran si kecil, tetep disayang dan kadang ampe over
dosis manjain anak hingga anak itu tidak bertumbuh menjadi orang
dewasa, mungkin umurnya saja bertambah
tua namun karakternya tetap anak-anak karena dimasa kecil ia terlalu
dimanjakan.. ya kalau sudah begini mungkin kita harus ingat pelajaran
dari induk rajawali.
Okay back to my inspiration bird, mungkin kita akan terkaget-kaget dan mengira burung ini jahat karena tiba-tiba ia akan mengepak-ngepak sayapnya, kemudian menghancurkan sarang itu. Apa coba maksudnya..da capek-capek buatnya eh diancurin, gimana nasib tuh anak-anaknya ya, penasaran???…
So pasti, anak-anaknya pasti kaget dan klo kita translate ke bahasa kita mungkin dia akan bilang klo mama kejam dan ga berperasaan, atau berkata ngapain aku dilahirin klo akhirnya disia-siakan Bayangkan jika situasi ini terjadi pada kita.
Mungkin rasanya seperti tragedi… ngeliat induk yang mereka kagumi
terus ngepakin sayanpnya hingga sarang itu benar-benar rusak. So what
will happen ? Jangan negatif thinking dulu duung, speerti kata pujangga
dont judge people by their cover, sama dengan tingkah laku rajawali ini.
Intermezo dikiit aku sempet juga sharing ama sahabatku ini tent
ang kepribadian manusia ada
yang Kholeris, Melankolis, Phlegmatis dan Sanguinis. Ke empat kepribadian ini kita punya hanya biasanya yang lebih me
nonjol
gabungan dua sifat dan dari gabungan itu ada yang mendominasi dan yang
lainnya melengkapi tapi ada juga yang tunggal artinya dia akut pada
satu kepribadian, tapi jenis ini langkah sih apalagi sekarang orang
da kenal networking dan kepribadian ini ga bersifat flat ato tetap,
bisa bergeser misalnya yang dulunya kholeris sanguinis bisa jadi
dominan melankolik. Perubahan ini bisa terjadi karena kita ditempa oleh masalah dan waktu.
Bertumbuhnya pun bisa semakin
postif atau negatif, tergantung cara berpikir dia dan lingkungan
bergaulnya (Sahabatku sayang mudah-mudahan kamu nyimak yang satu ini
yaaa…)
Aku
ngebahas dikiit tentang kepribadian ini maksudnya untuk memberi
penilaian terhadap rajawali. Klo ditelusuri lebih lanjut Rajawali ini
sepertinya kholeris banget ya. Kholeris itu pribadi yang tangguh dan
pantang menyerah, tapi
seringkali ia kurang disukai terutama oleh orang plegmatis dan
sanguinis. Padahal sebenarnya ga ada yang salah dari sifat ini dan ga
ada yang minta dilahirkan sebagai orang kholeris tapi image kholeris
sepertinya cukup buruk. Tapi toh Tuhan tetap memakai rajawali sebagai
symbol of His power,
that’s mean orang kholeris ga perlu takut dimusihin ato dibenci karena
kehadirannya sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menggagas perubahan,
namun itu hanya bisa dilakukan olehpribadi-pribadi kholeris dalam
Tuhan, okay segini dulu intermezzo tentang 4 kepribadian, ntar kita
bahas lebih panjang lagi klo ada yang
request:P
Burung kholeris ini ternyata merusak sarangnya bukan bermaksud memusnahkan anak-anaknya tapi dia punya satu visi yang besar, saya bilang wooow..karena rajawali jadi sample yang baik bahwa harus punya visi dan resolusi hidup. Jangan pernah bilang menga
lir seperti air dan menikmati apa yang
ada, itu da kuno karena kompetisi di dunia ini terus berlangsung, we
can say this is bounderis world, siapa yang apatis akan digilas oleh
perubahan.. seperti kisah sweeky dalam kuali (aku pernah nulis tentang
ini dan dimuat di majalah Manajemen, saat itu aku
butuh duit untuk ngelamar kerja dan honornya lumayanlah untuk beli
peralatan ngelamar, heheee). Sweeky menikmati air yang dingin dan
hangat padahal
dia
ga tau klo air dalam kuali itu akan berubha panas dan akan membawa dia
pada kematian. That’s mean we don’t know abt tomorrow, more better if we prepare our self and ask forgiven our sin to God, klo tiba2 besok nyawa kita melayang, who knows
kan
…
Induk rajawali sebenarnya bermaksud baik, ia mengapit anak-an
aknya
kemudian di bawa terbang tinggi, tapi sekali lagi kudu siap-siap sport
jantung karena ketika ia membawa anaknya terbang tinggi maksudnya
adalah melepaskan anak-anaknya secara mendadak (Upss.. bikin jantungan
aja deh). Anak-anaknya yang masih halus dan bulunya juga masih ga
banyak pasti ga ngerti, bingung
dan tegang. Klo itu kita, mungkin kita akan nangis, menggerutu, marah,
stress, benci dan keluarin sumpah serapah (Ta` sowek-sowek mulutmu,
halaaaa tukul banget:P)
Asal tau aja, ini ga sekali lho dilakukan tapi berulang kali, yaa ampyuuun gimana ga stress coba.
Tapi came on we have positif thinking..apa yang dilakuin rajawali ini
adalah agar anak-anaknya cepet bisa terbang, ga manja dan tergantung
pada induknya mulu, karena ga ada yang tahu hari esok dan mereka
dilahirkan

bukan hidup berkelompok, jadi klo ga dilatih dari kecil maka ia ga bisa survive klo da gede.
Well,
klo gw tarik benang merahnya dalam kehidupan kita… Kadang kita ngeliat
masalah hanya dari satu sudut pandang yaitu sakit dan trauma. Kadang
kita nyalahin situasi dan Tuhan karena sepertinya He keep so silent on
our problem and sometime we say that we can not handle all. And
sometime masalah itu datangnya ga diprediksi, who knows
what will happen tomorrow.. anak rajawali lagi seneng2nya trus dihempas ama induknya, bisa dong dia dendam.. that’s why
I told Him jangan ngeliat ke belakang lagi coz God have plan from your
bad experience to make you as a mature person. Intinya yang enak itu
blom tentu enak dan yang ga enak itu biasanya bagus.
In
other case we don’t prepare our self as a person, seneng si
berkelompok..emang rame-rame tuh seru tapi dalam hidup kita ada yang
namanya musim pasang dan musim surut, ketika musim surut datang..itu
saat ketika sepertinya no one care with us, inilah saat dimana kita
nyadarin hanya Tuhan pertolongan kita dan kita bergantung penuh pada
Tuhan, emang ga mudah dan teoritis banget… tapi itu lah pelajaran dari
rajawali. Dia bisa survive ketika sendiri tapi ada saat dimana dia bergantung juga pada yang lain (Dibahas pada akhir tulisan)
Apa
iya semua anak rajawali akhirnya bisa terbang? Mudah-mudahan iya, itu
hanya jika mereka punya konsep berpikir yang benar bahwa si induk
bermaksud mendewasakan mereka, emang untuk menjadi dewasa itu ga enak,
sulit, sakit dan menderita tapi klo anak-anak rajawali ini ga mo
collapse ato mati konyol, mereka harus mau ngelewatin proses ini klo ga
selain ga bisa terbang ia akan mati konyol dan ga pernah dikenal sebagai keturunan rajawali.
Remember
kisah Musa, selama 40 tahun Ia dimurnikan Tuhan dari ke-mesir-an nya
agar Ia benar2 bergantung pada Tuhan ato seperti Paulus yang ngalamin
kebutaan dan menjadi musuh bagi bangsanya padahal dia itu berjasa
banget lhooo tapi maksud dari semua itu adalah Tuhan mo pake dia
menjadi rasul yang besar. Secara real aku ngeliat contoh sahabatku yang
lain namany Koko Erwan si beruang kutub, hehee… dia ganteng lhoo tapi
kecelakaan itu sempet membuat perubahan pada fisiknya namun dari
kecelakaan itu juga ia dipake Tuhan mengubah hidup keluarganya yang
dulu ga kenal Tuhan menja
di
keluarga bahagia, bahkan sampe sekarang ketika kerjaannya membuat dia
harus banyak ngurut dada dan berserah pada Tuhan, ga pernah sekalipun
ia mengeluh bahkan selalu ngesuport aku dengan becadaan konyolnya ( I proud of you big brother), jangan geer yaa koko ku karena masih banyak rintangan di depan, hehehe..
Back
to Rajawali characteristic, yang lainnya adalah burung ini ga takut
badai dan malahan ia menantikan badai, can u imagine..this is crazy…
orang takut klo masalah datang, klo ada bencana..burung ini malah
mencari badai.
Dalam bible klo disinonimkan dengan rajawali dalam Yes 40:31, orang yang yang berkarakter burung rajawali tidak takut badai kehidupan malahan akan diperbaharui kekuatannya. Aplaus to our Almighty God.. Top banget deh!
Pas badai datang, rajawali akan mengembangkan sayapnya, memperhatikan dengan pandangannya yang tajam , kapan badai datang. Sebab ini yang dia tunggu dan akan dihadapinya. Ia menggunakan kekuatan badai untuk melambung tinggi mendekati matahari. Berbeda seperti burung kebanyakan yang terbang dengan mengepakkan sayap, rajawali mengembangkan sayapnya. Dia terbang
dengan kekuatan angin. Kalau burung lain kan pake kekuatan sayap, itu
sebabnya masa untuk menjadi capek dan lelah cepat datang, sehingga
harus merendah dan istirahat. Tapi saat lengah, hmmm… musuh akan
menerjangL
Kata bible gini, kita kudu melihat dengan mata visi, jadi rintangan itu akan membaut kita exciting. Orang yang diperbaharui kekuatannya oleh Tuhan tidak akan mengepakkan sayap berjuang sendiri tapi
dikasih kekuatan angin Roh kudus. Saat badai ia ga menjadi korban tapi
menjadi lebih dari pemenang karena kekutannya terus menerus
diperbaharui.
Untuk
sampai pada tahap ini, kunci pertamanya adalah berserah, berserah pada
Tuhan gimana cara Dia yang ajaib memberikan kekuatan Roh Kudus agar
kita bisa terbang mengepakkan sayap.
Burung rajawali ga pernah takut ke mana ia akan terbang. Ia bebas
berputar, menukik atau terbang ke mana ia mau, kata orang ini freedom
man! Analogynya orang yang da bertobat dan terima Yesus trus mau
bertumbuh maka akan diberikan kemerdekaan roh, finally imannya pun
semakin melejit. Masa lalu ga ada artinya lagi karena da merdeka, dan
apapun intimidasi iblis ga akan berpengaruh pada performance dan
kinerja imannya, duuu keren ga seeee??
Burung rajawali juga selalu mempersiapkan diri setiap hari. la menggosok paruhnya, agar bulu pada tubuhnya berminyak sehingga pada waktu dia menukik ke dalam laut untuk menyambar ikan, ia tidak tenggelam. Dia dapat keluar dengan bulu yang kering dan mengkilat sebab berlumuran minyak. Ini
berbicara tentang mempersiapkan hati dan batin untuk memulai hari,
karena klo batin dan hati kita ga siap maka seharian itu mood kita bisa
ga bagus.
Hmm
aku jadi ingat sahabatku papa Wals yang setiap pagi membangunkan aku
dengan kalimat-kalimat lembutnya agar aku positif thinking dan
semangat, makaciiii yaa pa, aku blom berhasil siii mungkin karena
sering tidur pagi kurang istirahat jadi kurang prepare tapi aku sedang
menuju ke arah sana. Melatih diri untuk punya hati yang lapang dan
postif thinking bahwa ga semua yang kita harapkan hari ini akan
terjadi. Siapa yang tahu klo pagi-pagi bos datang marah-marah ato
tiba-tiba ada rekan kerja yang negatif thingking ke kita dan mancing
emosi. Jadi hal seperti ini emang perlu dilatih.. supaya hati kita kita
seperti Rajawali yang bulunya kering dan mengkilat. Ada satu ciri luar biasa dari rajawali. Ada suatu masa dimana Ia menyediakan
waktu untuk memperbaharui diri. Karena rajawali juga makhluk hidup, ga
selamanya dia kuat..same with us..umur membuat kita makin tua.

. segala sesuatu di dunia ini ga ada yang buat kita selalu sama, sehingga kita perlu memperbaharui diri mengumpulkan kekuatannya
Rajawali
adalah unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat
mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu ia harus
membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40. Pada
umur tersebut..cakarnya mulai menua, paruhnya jadi panjang dan bengkok
hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena
bulunya tumbuh lebih lebat dan tebal tidak teratur, sehingga sangat
menyulitkan untuk terbang.
Pada saat itu, rajawali hanya
mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses
transformasi yang sangat menyakitkan — yang panjang selama 150 hari. Untuk melakukan transformasi itu, rajawali harus
berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat
sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses
transformasi berlangsung. Bayangkan betapa beratnya tubuhnya untuk
terbang ke puncak bukit. Mungkin ia memilih utnuk masuk pada proses
transformasi namun bisa saja ia collapse ditengah jalan, namun ia
berusaha keras utnuk sampai kepuncak itu hingga kekuatannya yang
terakhir. Inspirasi yang lain tentang rajawali adalah ga gampang
menyerah dan punya daya juang terhadap sesuatu yang ia inginkan.
Ia
juga ga menjadikan kondisi tubuhnya menjadi alasan untuk menyerah dan
dia juga ga melihat masa lalunya yang jaya untuk ternyak dalam pst
power sindrom. Mungkin dulu dia gagah dan keren, tapi itu bukan alasan
untuk mengasihani diri sendiri, so apapun fisik kita, dont worry God
seen not in our phisically but deeper of our heart. Mo cacat, mo
sempurna, mo kurus mo endut mo putih mo item, semua punya kesempatan
yang sama untuk sampai ke puncak bukit
Saat kekuatan sayapnya mulai berkurang, dia sabar untuk berdiam diri dalam jangka waktu yang lama; dia tidak terbang seperti biasanya. Diatas tempat yang tinggi di atas bukit batu, ia
mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas
dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh
baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu
cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan
mencabut bulu badannya satu demi satu. Ada _ lebih kurang 7000 bulu pada dirinya, dan itu dicabutinya semua. Kemudian dia akan membersihkan dirinya dari debu, lumpur, dan kutu. Masa pembaharuan ini memakan waktu 40 hari. Dan ini sakit lhoooo…
Suatu
proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu
rajawali yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan
paruh dan cakar baru, sang rajawali yang sudah mengalami transformasi
yang pahit mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh
energi!
Dalam
kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan
yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Sangaaat
…sangaaat ga enak.
Kita
harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat,
meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan
melemahkan daging kita.
Ini
bukan menjudge atau paksaan tapi memang proses trasnformasi membutuhkan
pengorbanan yang besar dan menyakitkan, seperti Musa yang dimurnikan
dipadang pasir selama 40 tahun, Yusuf dibuang oleh sodaranya, Paulus
yang ditinggalkan pengikutnya atau Zakeheus kecil yang harus melepas
jabatann ya untuk ikut Yesus.
Hanya
bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar
hal-hal yang baru, kita akan mempunyai kesempatan untuk mengembangkan
kemampuan kita dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri kita. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat
kita. Came on fly with eagles wing
Yang terakhir, walaupun burung ini tidak hidup berkelompok, ia sangat
menghargai hubungan dan persahabatan, hehehee… kenapa aku bilang
seperti ini, karena aku berpikir.. ketika ia harus mengajari
anak-anakya ia tahu resikonya ga semua anaknya bisa nerima dan ga semua
anaknya akan bisa terbang, harga yang dia bayar untuk menjadikan
anak2nya menjadi burung yang luar biasa sangat besar, wlo mungkin
anak2nya sumpehin dia ato dongkol dan mungkin juga resikonya ia harus
kehilangan anak-anaknya. Tapi itu harus dilakukannya karena Ia
berorietnsi pada tujuan besar.
Selain itu ketika ia mengalami proses transformasi, dia ga mampu memberi makan dirinya, thats the time mungkin

pasangannya ato sahabatnya yang datang ngasih makan ke dia supaya dia
bertahan hidup sampai masa transformasi itu selesai. Menungu seorang
sahabat bertumbuh ga mudah, setiap hari ia ngasih makan ke sahabatnya
tapi untuk kehidupan yang lebih baik akan ia lakukan, wooow.. gw cengok
bayanginnya, betapa harga untuk hubungan emang ga mudah, kadang air
mata dan perasaan taruhannya.
Satu
hal yang aku ingat dari koko Erwan “hubungan dan persahabatan itu
seperti tangan dan mata. Saat tangan terluka mata menangis..saat mata
menangis..tangan menghapusnya. Seorang yang mengasihi kita dan sahabat
kita ga perlu selalu hadir setiap saat..tidak perlu selalu hadir saat
kamu bahagia dan
tertawa. Tapi disaat semu a orang meninggalkanmu dan kamu
merasa sendirian dansedih, saat semuanya terasa begitu berat. Disaat
itulah sahabatmu selalau datang untukmu..membuat semuanya terasa begitu
mudah
Yesaya 40:31
"Tetapi orang-orang yang menanti,nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali
yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari Dan tidak menjadi
lesu, mereka berjalan Dan tidak menjadi lelah. "